Ketika semankin jauh kaki ini melangkah
terasa semakin berat,
secercah harapan yang menjadi tanda,
kian lama menjadi pudar.
kepudaran tanda itu disertai dengan munculnya bayangan yang seakan menjadi nyata untuk digapai. akan tetapi tak mungkin untuk digapai karena yang seakan kenyataan hanyalah bayangan. Kalaupun bayangan itu tampak jelas oleh mata, hal itu karena bayangan dan jalan ini sama-sama bersinggungan, namun tetap tidak akan pernah sejajar.
Keheranan muncul karena bayangan itu semakin hari semakin tampak jelas dan jalan yang seharusnya lebih jelas kini malah menjadi pudar oleh karena diterpa gelombang.
Tidak ada yang dapat disalahkan, apapun atau siapapun bahkan apapun juga.
Kini biarlah kenyataan dan bayangan berjalan berdampingan untuk sampai pada tergenapinya waktu, yang tinggal kini hanyalah sebuah harapan agar waktu dapat mengubah waktu.
Sebuah cerita yang ditampilkan dari kenyataan bayangan yang sesungguhnya hanyalah sebuah bayangan yang nyata.
Senin, 28 Desember 2009
Minggu, 27 Desember 2009
sahabat
Sahabat...
maafkanlah aku, sebenarnya ada yang ingin aku ungkapkan kepadamu. tetapi, aku tak kuasa untuk mengungkapkan segala sesuatunya kepadamu. Niat yang telah aku bangun, seakan hancur lebur ketika aku berhadapan denganmu. tidak ada lagi kekuatan yang tersisa dalam diriku untuk memampukanku mengatakannya kepadamu.
Sahabat,... tahukah kamu...cara untuk mengetahui apa yang ingin kuungkapkan kepadamu? atau tahukah kamu bagaimana caranya agar aku dapat mengatakannya?
Untuk saat ini aku hanya dapat berharap bahwa suatu saat dapat mengungkapkan semuanya kepadamu.
Ya...suatu saat nanti, bila mata ini belum terpejamkan untuk selamanya.
maafkanlah aku, sebenarnya ada yang ingin aku ungkapkan kepadamu. tetapi, aku tak kuasa untuk mengungkapkan segala sesuatunya kepadamu. Niat yang telah aku bangun, seakan hancur lebur ketika aku berhadapan denganmu. tidak ada lagi kekuatan yang tersisa dalam diriku untuk memampukanku mengatakannya kepadamu.
Sahabat,... tahukah kamu...cara untuk mengetahui apa yang ingin kuungkapkan kepadamu? atau tahukah kamu bagaimana caranya agar aku dapat mengatakannya?
Untuk saat ini aku hanya dapat berharap bahwa suatu saat dapat mengungkapkan semuanya kepadamu.
Ya...suatu saat nanti, bila mata ini belum terpejamkan untuk selamanya.
Jumat, 15 Mei 2009
Awal dari kisah
Awal dari Kisah
Saya mencoba untuk menjalani jalan yang tidak jelas kejelasannya. Jalan yang hanya ada secercah harapan. Aku berdiam diri melongokkan padanganku keawan melalui jendela. Ternyata tidak ada sesuatupun yang tampak, oh......ada. yah aku ingat sekarang ada pandangan yang menerawang kemasa lalu.
Saat itu liburan setelah ujian SLTP. Diriku pergi berlibur kekota untuk sejenak pergi dari aktifitas harianku. Aku ingat sekarang, saat ada pertemuan, tapi aku saat itu belum tahu pertemuan apa saat itu? Orang-orang yang hadir semua orang muda, bisa dibilang ada yang se-pantaran dengan ku.
Atas permintaan orang yang kutempati aku akhirya ikut perteman itu. Aku merasa asing karena tak satupun aku mengenal mereka. Ada keragu-raguan dalam diriku untuk mengikuti pertemuan itu. Ya tentu masih ada banyak perasan yang kurasakan saat itu. Bisa dibayangkan sendiri, bahwa hadir dalam pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang dan tidak mengenal satupun dari mereka. Aku hanya diam.
Aku terpana ketika memandang seseorang yang duduk dipojok tempat itu, ia begitu memikat diriku sehingga seakan ada daya tarik yang luar biasa untuk mengenalnya sesegera mungkin. Muncul pertanyaan dalam diriku, siapa dia?
Pandangan pertamaku padanya mengubah seluruh dimensi yang ada padaku, dan...pertanyaan itu muncul dan muncul sepanjang pertemuan, sampai akhirnya pertemuan selesai. Pertanyaan itu tetap melingkupi aku.
Siapa dia? Pertanyaan itu selalu muncul didalam pikiranku. Sayang saat itu aku belum terbiasa untuk membuat catatan harian seperti yang sekarang aku lakukan ini.
Siapa dia? Pertanyaan itu muncul kembali. Pertanyaan itu tak kuasa kukatakan sampai akhirnya aku harus melihatnya pergi meninggalkan tempat pertemuan. Sekarang tinggal aku yang ada dengan pertanyaan yang belum sempat kutanyakan padanya.
Perasaan itu awal dari semua kisah yang ada dalamku. Lagi aku bertanya siapa dia, hingga mampu menggerakkan seluruh dimensi yang ada dalamku. Biarlah pertanyaan itu terus hadir dalam waktu yang tak tercipta.
Saya mencoba untuk menjalani jalan yang tidak jelas kejelasannya. Jalan yang hanya ada secercah harapan. Aku berdiam diri melongokkan padanganku keawan melalui jendela. Ternyata tidak ada sesuatupun yang tampak, oh......ada. yah aku ingat sekarang ada pandangan yang menerawang kemasa lalu.
Saat itu liburan setelah ujian SLTP. Diriku pergi berlibur kekota untuk sejenak pergi dari aktifitas harianku. Aku ingat sekarang, saat ada pertemuan, tapi aku saat itu belum tahu pertemuan apa saat itu? Orang-orang yang hadir semua orang muda, bisa dibilang ada yang se-pantaran dengan ku.
Atas permintaan orang yang kutempati aku akhirya ikut perteman itu. Aku merasa asing karena tak satupun aku mengenal mereka. Ada keragu-raguan dalam diriku untuk mengikuti pertemuan itu. Ya tentu masih ada banyak perasan yang kurasakan saat itu. Bisa dibayangkan sendiri, bahwa hadir dalam pertemuan yang dihadiri oleh banyak orang dan tidak mengenal satupun dari mereka. Aku hanya diam.
Aku terpana ketika memandang seseorang yang duduk dipojok tempat itu, ia begitu memikat diriku sehingga seakan ada daya tarik yang luar biasa untuk mengenalnya sesegera mungkin. Muncul pertanyaan dalam diriku, siapa dia?
Pandangan pertamaku padanya mengubah seluruh dimensi yang ada padaku, dan...pertanyaan itu muncul dan muncul sepanjang pertemuan, sampai akhirnya pertemuan selesai. Pertanyaan itu tetap melingkupi aku.
Siapa dia? Pertanyaan itu selalu muncul didalam pikiranku. Sayang saat itu aku belum terbiasa untuk membuat catatan harian seperti yang sekarang aku lakukan ini.
Siapa dia? Pertanyaan itu muncul kembali. Pertanyaan itu tak kuasa kukatakan sampai akhirnya aku harus melihatnya pergi meninggalkan tempat pertemuan. Sekarang tinggal aku yang ada dengan pertanyaan yang belum sempat kutanyakan padanya.
Perasaan itu awal dari semua kisah yang ada dalamku. Lagi aku bertanya siapa dia, hingga mampu menggerakkan seluruh dimensi yang ada dalamku. Biarlah pertanyaan itu terus hadir dalam waktu yang tak tercipta.
Senin, 30 Maret 2009
Aku datang padaMu
Aku datang padaMu
Dalam segala adanya aku
Dalam keterbatasan yang kumiliki
Juga dalam kerapuhanku
Godaan...
Tantangan...
Menghadang jalan
Engkau kan datang
mengarungi samudera
melewati gunung
berjalan di jalan terjal
persembahkan cita
Tuhan….dalam setiap waktu
Engkau yang menggembalakan aku
Engkau yang bimbing diriku
Engkau yang memimpin hidupku
Ya Tuhanku...
Kusrahkan sluruh hidupku
Kedalam Tangan Mu
(190408)
Dalam segala adanya aku
Dalam keterbatasan yang kumiliki
Juga dalam kerapuhanku
Godaan...
Tantangan...
Menghadang jalan
Engkau kan datang
mengarungi samudera
melewati gunung
berjalan di jalan terjal
persembahkan cita
Tuhan….dalam setiap waktu
Engkau yang menggembalakan aku
Engkau yang bimbing diriku
Engkau yang memimpin hidupku
Ya Tuhanku...
Kusrahkan sluruh hidupku
Kedalam Tangan Mu
(190408)
Luka 2
Hidup penuh dengan perjuangan
Tanpa kasih dan cinta
Perlu sejuta pengorbanan
Untuk cinta yang tercinta
Cinta itu
Lebih dari sekedar cinta
Karena cinta
Dia harus menderita
Karena cinta
Dia harus terluka
Dialah cinta abadi
Karena cinta kehilangan nyawa
Untuk cinta yang tercinta.
(Adi 041006)
Tanpa kasih dan cinta
Perlu sejuta pengorbanan
Untuk cinta yang tercinta
Cinta itu
Lebih dari sekedar cinta
Karena cinta
Dia harus menderita
Karena cinta
Dia harus terluka
Dialah cinta abadi
Karena cinta kehilangan nyawa
Untuk cinta yang tercinta.
(Adi 041006)
Jumat, 27 Maret 2009
kenyataan bayangan
Kenyataan Bayangan
Adanya bayangan tentu ada yang menyebabkannya, penyebab bayangan adalah kenyataan dari bayangan itu sendiri. adakah penyebab lain selain kenyataan bayangan itu? sekiranya ada bayangan dan ada kenyataan dari bayangan tentu juga ada sesuatu yang membuat bayangan menjadi ada. Menyadari bahwa ada unsur lain yang menyebabkan adanya bayangan akan lebih baik dari pada hanya berdiam memandangi kenyataan bayangan yang tidak tahu adanya dimana.
Satu hal yang membuat kenyataan bayangan dapat mensiptakan bayangan adalah adanya sesuatu yang lain. Tidak perlu kucari adanya sesuatu itu, yang terpenting bagiku kini adalah menyadari adanya yang ada dalam ketiadaan yang nyata.
Adanya bayangan tentu ada yang menyebabkannya, penyebab bayangan adalah kenyataan dari bayangan itu sendiri. adakah penyebab lain selain kenyataan bayangan itu? sekiranya ada bayangan dan ada kenyataan dari bayangan tentu juga ada sesuatu yang membuat bayangan menjadi ada. Menyadari bahwa ada unsur lain yang menyebabkan adanya bayangan akan lebih baik dari pada hanya berdiam memandangi kenyataan bayangan yang tidak tahu adanya dimana.
Satu hal yang membuat kenyataan bayangan dapat mensiptakan bayangan adalah adanya sesuatu yang lain. Tidak perlu kucari adanya sesuatu itu, yang terpenting bagiku kini adalah menyadari adanya yang ada dalam ketiadaan yang nyata.
Kamis, 26 Februari 2009
pergilah dari diriku Meski engkau tak pernah menjadi milikku
Pergilah dari diriku Meski engkau tak pernah menjadi milikku.
sebenarnya tidak ada hak bagiku untuk menyuruh dirimu pergi dariku karena engkau tak pernah menjadi milikku. Walau adakalanya ada keinginan dari dalamku supaya engkau menjadi milikku, namun itu tak akan mungkin, sebab siapakah aku dihadapanmu. sekarang biarkanlah diriku pergi menapaki lorong-lorong kehidupan dalam bayangan.
sebenarnya tidak ada hak bagiku untuk menyuruh dirimu pergi dariku karena engkau tak pernah menjadi milikku. Walau adakalanya ada keinginan dari dalamku supaya engkau menjadi milikku, namun itu tak akan mungkin, sebab siapakah aku dihadapanmu. sekarang biarkanlah diriku pergi menapaki lorong-lorong kehidupan dalam bayangan.
Rabu, 18 Februari 2009
Cinta didalam Cinta
Kedamaian...........
Kedamaian...............
Dimana engkau....................
Dunia........
Hancur..........
Kacau ............
Berantakan ...........
Kini,,,,,,
Kehancuran merajalela..
Begitu banyak;
Pengangguran ..................
Begitu banyak;
Gelandangan..........................
Begitu banyak;
Tawanan ......................
Yang tidak mendapatkan cinta dari sesamanya
Cinta seakan merana
Karena luka
Luka...................,,,
Yang seakan tak tersembuhkan,
.........................................................
Gemerlipnya bintang di malam hari
Pertanda alam memihak kita
Terang benderang oleh cahaya bintang
tanpa rembulan
cahaya telah datang dengan sejuta kejutan
yang dinantikan tiba dengan kepolosan dalam dirinya
manis ............lembut..........menyapa semuanya
kasih-Nya telah tiba untuk kita semua
ditengah kesuraman dunia ini
Engakau.....terlahir
Lahir membawa cinta
Cintamu membarui cinta kami yang terluka
Memberi kedamaian .....................
Kesejukan .................
Kelegaan bagi kami yang sedang behimpun bersama dalam kesatuan hati.
Engkau lahir seperti kami
Dalam kesederhanaan
Oleh karena cintamu pada kami
Dalam cinta-Mu
Kami Kau kumpulkan ditempat ini
untuk menyatukan hati
sehati dalam hati-Mu.
Hadir-Mu untuk mempersatukan hati yang tercerai berai
Menjadi satu tujuan
Menggapai Cinta di dalam Cinta
Biarlah cinta yang terluka menyatu didalam Cinta Hati Kudus-Mu
Allah Bapa,
Maha pengasih dan penyayang,
kami mohon,
pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu,
agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau,
bahwa Engkau Allah kami dan kami umatmu,
bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera puteri-Mu.
Kedamaian...............
Dimana engkau....................
Dunia........
Hancur..........
Kacau ............
Berantakan ...........
Kini,,,,,,
Kehancuran merajalela..
Begitu banyak;
Pengangguran ..................
Begitu banyak;
Gelandangan..........................
Begitu banyak;
Tawanan ......................
Yang tidak mendapatkan cinta dari sesamanya
Cinta seakan merana
Karena luka
Luka...................,,,
Yang seakan tak tersembuhkan,
.........................................................
Gemerlipnya bintang di malam hari
Pertanda alam memihak kita
Terang benderang oleh cahaya bintang
tanpa rembulan
cahaya telah datang dengan sejuta kejutan
yang dinantikan tiba dengan kepolosan dalam dirinya
manis ............lembut..........menyapa semuanya
kasih-Nya telah tiba untuk kita semua
ditengah kesuraman dunia ini
Engakau.....terlahir
Lahir membawa cinta
Cintamu membarui cinta kami yang terluka
Memberi kedamaian .....................
Kesejukan .................
Kelegaan bagi kami yang sedang behimpun bersama dalam kesatuan hati.
Engkau lahir seperti kami
Dalam kesederhanaan
Oleh karena cintamu pada kami
Dalam cinta-Mu
Kami Kau kumpulkan ditempat ini
untuk menyatukan hati
sehati dalam hati-Mu.
Hadir-Mu untuk mempersatukan hati yang tercerai berai
Menjadi satu tujuan
Menggapai Cinta di dalam Cinta
Biarlah cinta yang terluka menyatu didalam Cinta Hati Kudus-Mu
Allah Bapa,
Maha pengasih dan penyayang,
kami mohon,
pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu,
agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau,
bahwa Engkau Allah kami dan kami umatmu,
bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera puteri-Mu.
Derita dan Luka
Kugoreskan tinta pada selembar kertas tak ternoda
Goresan ini ‘kan menjadi yang terakhir dariku
Berjuanglah mengarungi samudera panggilan
Gelombang dan badai ‘kan menjadi tantangan bagimu
Terimakasih atas semua cinta dalam persahabatan
Yang telah engakau berikan padaku
Sehingga diriku dapat berkembang dan bertumbuh
Maafkan bila diriku melukai hatimu
Aku akan pergi menelusuri lorong-lorong kehidupan
Yang kini kian menantang
Tetesan air mata
Membasahi setiap lorong yang kulalui
Perjuangan yang baru
dengan semangat yang kian memudar
Jangan teteskan air mata dalam ketersesatanku
Lepaskanlah dengan segala kebebasan hatimu
Aku akan mencari kehendak dalam kehendak
cinta dalam luka
perjuangan dalam hidup
Aku ‘kan pergi untuk menanamkan panggilan yang kini telah tercabut
Dalam luka hati kudusNya
Kutaruh untaian harapan
Dalam luka hati kudusNya
Aku temukan terang dalam lorong yang gelap.
Hanya dalam lukaNya yang kudus
Diriku mendapat cinta
Dalam lukaNya yang Kudus
Diriku dapat mencecap cinta dalam Luka
Goresan ini ‘kan menjadi yang terakhir dariku
Berjuanglah mengarungi samudera panggilan
Gelombang dan badai ‘kan menjadi tantangan bagimu
Terimakasih atas semua cinta dalam persahabatan
Yang telah engakau berikan padaku
Sehingga diriku dapat berkembang dan bertumbuh
Maafkan bila diriku melukai hatimu
Aku akan pergi menelusuri lorong-lorong kehidupan
Yang kini kian menantang
Tetesan air mata
Membasahi setiap lorong yang kulalui
Perjuangan yang baru
dengan semangat yang kian memudar
Jangan teteskan air mata dalam ketersesatanku
Lepaskanlah dengan segala kebebasan hatimu
Aku akan mencari kehendak dalam kehendak
cinta dalam luka
perjuangan dalam hidup
Aku ‘kan pergi untuk menanamkan panggilan yang kini telah tercabut
Dalam luka hati kudusNya
Kutaruh untaian harapan
Dalam luka hati kudusNya
Aku temukan terang dalam lorong yang gelap.
Hanya dalam lukaNya yang kudus
Diriku mendapat cinta
Dalam lukaNya yang Kudus
Diriku dapat mencecap cinta dalam Luka
Selasa, 17 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)