Rabu, 05 November 2008

Perpisahan

Izinkanlah diriku kembali menggoreskan tinta biru ini pada selembar kertas putih yang tersedia ini. Goresan tinta ini menjadai goresan yang terakhir dariku buatmu.Selamat berjuang dalam mengarungi samudera panggilan yang telah engkau pilih. Gelombang dan badai ‘kan menjadi tantangan bagimu, tetapkan hatimu agar dapat menjalaninya. Diriku yakin engkau akan dapat menjalani.Terimakasih atas cinta dalam persahabatan yang telah engaku berikan padaku, sehingga diriku dapat berkembang dan bertumbuh. Dan maafkan diriku bila melukai hatimu, karna hanya debulah aku. Aku akan pergi menelusuri lorong-lorong kehidupan yang kini gelap menantang. Tetesan air mata akan akan membasahi lorong-lorong gelap itu. Perjuangan yang baru dengan semangat yang kian memudar ‘kan kukayuhkan kakiku. Jangan teteskan air mata dalam ketersesatanku. Lepaskanlah dengan segala dengan segala kebebasan hatimu. Aku yakin engkau dapat melakukannya.Aku akan mencari kehendak dalam, cinta dalam luka, dan perjuangan dalam hidup. Aku ‘kan pergi dan mencari tempat untuk menanamkan panggilan yang kini telah tercabut. Berdoalah kepada-Nya dalam keadaan apapun karena hanya Dialah sumber dari segala sumber cinta dan kasih.

waktu berlalu

Ketika waktu bergulat dengan Sang waktu,
Tiada waktu yang tersisa,
Biarlah Sang waktu bergerak menurut waktu,
biarkan pula cinta bergerak,
karena dia tak terbatas oleh waktu,
cinta mampu menembus segala sesuatu sekalipun ia harus terluka.

Senin, 03 November 2008

kehidupan

kamu telah memiliki hidup,
jangan biarkan kehidupanmu diambil dari padamu,
jagalah apa yang telah kamu miliki.