Jumat, 10 Oktober 2008

sukacita dalam luka

Perjalanan hidup yang dijalani, diriku selalu terlukai oleh karena luka-luka-Nya. Biarkanlah diriku terluka seperti Dia telah terluka, jauh sebelum diriku terluka. dalam luka-luka-Nya, kutemukan sukacita abadi.

bayang-bayang kelam

disaat-saat yang kalut ini, bayang-bayang itu muncul kembali. bayang-bayang itu begitu indahnya sehingga tak dapat kubedakan lagi dengan sesuatu yang sesungguhnya. tahu bahwa itu sebuah bayangan yang hanya bayang-bayang, namun diriku tak kuasa untuk mengelakkan bayangan itu dari kenyataan bayangan itu sendiri. aku juga tak kuasa untuk melenyapkannya dari diriku,karena aku masih mempunyai harapan untuk dapat berjumpa ataupun sampai pada kenyataan bayangan yang nyata itu. aku tahu bahwa sebenarnya diriku terluka oleh karena bayangan yang membayangi bayang-bayang yang sesungguhnya. ketika bayangan itu sungguh ada, ternyata diriku takkuasa untu mengucapkan kata-kata bahwa sebenarnya diriku menantikan bayangan itu. diriku hanyalah memilih diam untuk sekejap saja, dalam sekejap itu pula bayangan itu lenyap dari hadapanku. lenyap sudah bayangan yang ku nantikan itu, kini diriku kembali untuk mecari bayang-bayang lagi, mencari jejak kemana bayangan itu pergi. hanyalah sebuah harapan yang ada padaku untuk melangkah menjalani jalan ini.

Kamis, 09 Oktober 2008

bayang-bayang yang terbayang

ketika saya memandang bayang-bayang
bayang-bayang itu seakan menjadi nyatadalam bayangn
aku tak kuasa untuk menunggalkan bayangan itu
karena bayangan itu selalu membayang-bayangi bayanganku dan bayang-bayang itu selalu terbayang.