Kamis, 26 Februari 2009

pergilah dari diriku Meski engkau tak pernah menjadi milikku

Pergilah dari diriku Meski engkau tak pernah menjadi milikku.
sebenarnya tidak ada hak bagiku untuk menyuruh dirimu pergi dariku karena engkau tak pernah menjadi milikku. Walau adakalanya ada keinginan dari dalamku supaya engkau menjadi milikku, namun itu tak akan mungkin, sebab siapakah aku dihadapanmu. sekarang biarkanlah diriku pergi menapaki lorong-lorong kehidupan dalam bayangan.

Rabu, 18 Februari 2009

Cinta didalam Cinta

Kedamaian...........
Kedamaian...............
Dimana engkau....................

Dunia........
Hancur..........
Kacau ............
Berantakan ...........
Kini,,,,,,
Kehancuran merajalela..

Begitu banyak;
Pengangguran ..................
Begitu banyak;
Gelandangan..........................
Begitu banyak;
Tawanan ......................
Yang tidak mendapatkan cinta dari sesamanya

Cinta seakan merana
Karena luka
Luka...................,,,
Yang seakan tak tersembuhkan,
.........................................................

Gemerlipnya bintang di malam hari
Pertanda alam memihak kita
Terang benderang oleh cahaya bintang
tanpa rembulan

cahaya telah datang dengan sejuta kejutan
yang dinantikan tiba dengan kepolosan dalam dirinya
manis ............lembut..........menyapa semuanya
kasih-Nya telah tiba untuk kita semua

ditengah kesuraman dunia ini
Engakau.....terlahir
Lahir membawa cinta
Cintamu membarui cinta kami yang terluka

Memberi kedamaian .....................
Kesejukan .................
Kelegaan bagi kami yang sedang behimpun bersama dalam kesatuan hati.
Engkau lahir seperti kami
Dalam kesederhanaan
Oleh karena cintamu pada kami

Dalam cinta-Mu
Kami Kau kumpulkan ditempat ini
untuk menyatukan hati
sehati dalam hati-Mu.

Hadir-Mu untuk mempersatukan hati yang tercerai berai
Menjadi satu tujuan
Menggapai Cinta di dalam Cinta
Biarlah cinta yang terluka menyatu didalam Cinta Hati Kudus-Mu

Allah Bapa,
Maha pengasih dan penyayang,
kami mohon,
pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu,
agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau,
bahwa Engkau Allah kami dan kami umatmu,
bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera puteri-Mu.

Derita dan Luka

Kugoreskan tinta pada selembar kertas tak ternoda
Goresan ini ‘kan menjadi yang terakhir dariku
Berjuanglah mengarungi samudera panggilan
Gelombang dan badai ‘kan menjadi tantangan bagimu

Terimakasih atas semua cinta dalam persahabatan
Yang telah engakau berikan padaku
Sehingga diriku dapat berkembang dan bertumbuh
Maafkan bila diriku melukai hatimu

Aku akan pergi menelusuri lorong-lorong kehidupan
Yang kini kian menantang
Tetesan air mata
Membasahi setiap lorong yang kulalui

Perjuangan yang baru
dengan semangat yang kian memudar
Jangan teteskan air mata dalam ketersesatanku
Lepaskanlah dengan segala kebebasan hatimu

Aku akan mencari kehendak dalam kehendak
cinta dalam luka
perjuangan dalam hidup
Aku ‘kan pergi untuk menanamkan panggilan yang kini telah tercabut

Dalam luka hati kudusNya
Kutaruh untaian harapan
Dalam luka hati kudusNya
Aku temukan terang dalam lorong yang gelap.

Hanya dalam lukaNya yang kudus
Diriku mendapat cinta
Dalam lukaNya yang Kudus
Diriku dapat mencecap cinta dalam Luka

bayangan